Breaking News
Loading...
Kamis, Februari 20, 2014

Info Post
 
Beginilah Hizbut Tahrir dalam situsnya memfitnah saudaranya sesama muslim, menjatuhkan, merusak nama baik demi kepentingan kelompoknya. Sikut sana sikut sini, serasa tidak berdosa dan merasa benar sendiri. Artikel lengkapya silahkan baca dibawah ini, ini yang mereka tulis dalam situsnya, tidak saya kurangi atau saya lebihkan tulisannya:
------------------------------------------

Sebelumnya, Mohamed Mursi melarang perempuan ikut pemilu presiden.
Presiden baru Mesir, Mohamed Mursi, akan mengukir sejarah baru di negaranya. Sebab, pesiden yang dipilih melalui pemilu langsung itu akan menunjuk sejumlah wakil presiden, diantaranya tokoh perempuan, golongan Kristen Koptik, dan juga wakil dari kelompok liberal.
 
Penasihat politik Mursi, Ahmed al-Deif, mengatakan pengangkatan seorang tokoh perempuan untuk menduduki jabatan puncak di Mesir baru pertama kali ini akan terjadi. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah Mesir, seorang perempuan akan mengambil posisi tersebut,” kata Deif sebagaimana dikutip CNN.

Menurut Deif, penunjukan wakil presiden perempuan ini tidak hanya untuk mewakili agenda dan kepentingan kaum perempuan dan agama tertentu. Wakil presiden yang baru itu diharapkan akan mumpuni memimpin Mesir ke depan. “Dan akan memberikan perhatian dan nasihat kritis kepada kabinet presiden,” kata dia.

Al-Deif menambahkan, Mursi dan partainya tidak akan membentuk negara Islam di Mesir. Sikap Mursi, kata dia, sangat tegas dalam hal ini. “Dia telah memberi jaminan akan memilih negara konstitusional sipil yang berdasarkan pada prinsip menghormati perbedaan suku, keyakinan, dan agama,” katanya.

Sebelum pemilu berlangsung, Mursi melarang perempuan ikut dalam persaingan kursi presiden. Namun, setelah memenangkan pemilu, dia berbalik menyatakan akan berdiri membela hak-hak kaum perempuan. “Peran perempuan dalam masyarakat Mesir jelas,” kata Mursi.

Menurut Mursi, hak perempuan sama dengan laki-laki. Tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki di Mesir. “Tidak boleh ada segala jenis perbedaan di antara sesama warga Mesir, kecuali yang didasarkan pada konstitusi dan hukum,” katanya.

Mursi merupakan presiden pertama Mesir yang dipilih dalam pemilu demokratis setelah tergulingnya Presiden Husni Mubarak. Mursi mendapat 13,2 juta suara dari sekitar 26 juta pemilih. Dia memperoleh 51 persen suara pemilih. Sementara itu, pesaingnya, Ahmed Shafik, yang juga perdana menteri terakhir era Husni Mubarak, memperoleh 12,3 juta suara. VIVAnews

-------
Komentar:
Sebelum pemilu berlangsung, Mursi melarang perempuan ikut dalam persaingan kursi presiden. Namun, setelah memenangkan pemilu, dia berbalik menyatakan akan berdiri membela hak-hak kaum perempuan. “Peran perempuan dalam masyarakat Mesir jelas,” kata Mursi.

Ya benar donk, kalau untuk Presiden jangan perempuan, ini kan untuk wakil presiden. Apa yang salah? HT gak berpikir sehat nih.

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA