Breaking News
Loading...
Rabu, Desember 17, 2014

Info Post

Rasanya masih 2 minggu yang lalu, rak depan kasir ini masih berisi produk susu kotak anak-anak. Kemarin, saya mendapati rak ini penuh berisi MIRAS GOLONGAN A, atas bawah.
Saya langsung bertanya kepada kasir yang bertugas disitu, "Mbak, kok minuman keras dipajang di depan sini ya?" Si mbak kasir lantas memanggil supervisornya, dan saya ulangi pertanyaan saya. Alangkah terkejutnya saya mendengar jawaban bapak supervisor itu, "Iya bu, kami hanya mengikuti instruksi dari Kementrian Perdagangan, produk ini harus ditempatkan disini".
"Lho, bukankah ada Perda Tangerang Selatan yang menyatakan bahwa segala bentuk minuman keras dilarang diproduksi dan diperjualbelikan di Tangerang Selatan (Perda no 4 tahun 2014--koreksi jika saya salah).


Lalu bapak itu memanggil manager store nya, dan saya kembali mengulangi pertanyaan saya tadi.

Seperti bapak supervisor tadi, sang manajer menjawab hal yang sama, mengikuti INSTRUKSI MENTERI PERDAGANGAN untuk menempatkannya di tempat khusus.


"Tempat khusus apa yang dimaksud? Ini kan tempat yang sangat mudah dijangkau anak-anak, bahkan balita sekalipun." makin greget saya rasanya.
"Iya bu, tempat khusus seperti kassa rokok dan rak didepan seperti ini", ujar sang manager lagi.


"Bapak sudah tahu PERDA Tangsel belum? tentang pelarangan penjualan miras di wilayah tangsel? Toko ini ada di wilayah tangsel bukan? dan lokasi toko ini dekat dengan sekolah, pasar, dan terminal bis trans, lokasi-lokasi yang dilarang terdapat miras lho pak", tanya saya.


"Belum tahu bu, kami hanya menjalankan instruksi dari atas" katanya.

Makin gemessss rasanya saya. "Pak instruksi dari yang "paling atas", sudah ada dari dulu dan jelas, kenapa tidak diikuti?" kata saya menyindir. Merasa tersindir (mungkin) si manager mesam-mesem saja. "Pak, maaf, ini bisa lho, bapak atur lagi, lokasi ini mudah dijangkau anak-anak, terbayang tidak, kalau anak bapak yang tidak sengaja mengambil minuman ini karens dikiranya ini minuman biasa karena letaknya sama seperti susu yang biasa dia beli?"


Sang manager mengangguk, "iya sih bu, saya mengerti, begini saja, tolong email ke kami perdanya, nanti kami akan pertimbangkan, maaf, ibu dari LSM atau..."


"ooh nggak pak, saya cuma rakyat biasa yang peduli generasi penerus bangsa"
hasbunallah wanimawakil..

oleh Roza Rianita Nursetia

###
postingan ini benar adanya mimin sudah kelarisifikasi panjang lebar dengan bunda Roza Rianita Nursetia langsung . beliau posting tulisan dan gambar ini pada tanggal 27 november 2014. dan ini ada di Giant extra cbd bintaro. jadi klw ada yang bilang HOAX silahkan bisa klarisifikasi berita tersebut ke ysb.
semoga bangsa ini segera sadar. dan paham bahwa salah satu rusaknya ngeri ini akibat bobroknya para penerus bangsa. yang tidak peduli dengan bangsanya sendiri. "BERDIRI DAN BANGKIT"

1 kata "LAWAN KEBATILAN"

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA