Breaking News
Loading...
Sabtu, Oktober 25, 2014

Info Post


Jakarta - Pesta pelantikan Joko Widodo sebagai presiden yang berlangsung di Taman Monas (Monumen Nasional) pada Senin 20 Oktober 2014 lalu menyisakan begitu banyak kerusakan pada pepohonan dan rerumputan yang rusak di kawasan Taman kebanggaan ibukota tersebut.

Parahnya kerusakan di taman Monas membuat politisi PDIP, Johny Simanjuntak angkat bicara. Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta itu menyebut para pendukung Jokowi yang merusak rumput dan pohon di Monas seharusnya digembleng revolusi mental agar dapat menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab.

“Masyarakat memang harus revolusi mental agar bisa lebih mencintai negaranya,” ujar Johny, Kamis (23/10).

Namun anehnya, mengetahui taman kota Monas rusak dan hancur, Plt. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diam dan tak banyak bereaksi. Bahkan Ahok sama sekali tak meminta pertanggungjawaban dari kubu Jokowi atas kerusakan taman tersebut. Ironisnya lagi, Ahok memutuskan seluruh biaya kerusakan taman Monas akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

"Kita udah bilang ini Dinas Kebersihan yang mesti bereskan. Jadi kita sendiri yang kerjain (Pemprov)," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2014.

Padahal biasanya pria keturunan Cina itu langsung meledak amarahnya jika taman kota dirusak seperti yang dilakukannya saat pendukung Prabowo Subianto menginjak-injak taman di depan gedung KPU beberapa waktu lalu.

"Ini bukti bahwa mereka telah memberikan pendidikan politik yang buruk. Ini contoh yang buruk tahu nggak," maki Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu 21 Mei 2014.

"Mau memperbaiki negeri, taman saja dirusak," maki Ahok lagi.

Tak hanya memaki para pendukung Prabowo yang menginjak-injak taman, Ahok juga memaki ketua partainya saat itu yang tak lain adalah Prabowo sendiri.

"Kalau Anda ingin jadi presiden yang baik, tapi mentalnya seperti ini, bisa pusing nanti. Taman ini kan aset," umpat Ahok.

Murka Ahok juga ditumpahkan kepada pendukung Prabowo yang juga sempat menginjak-injak taman saat melakukan aksi dukungan di depan Gedung MK (Mahkamah Konstitusi)

"Siapa pun yang melakukan itu, lama-lama masyarakat akan menghukum secara sosial, orang bisa melihat. Simpati orang juga akan jadi jatuh lihat kelakuan orang seperti itu," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta pada Kamis 21 Agustus 2014.

Namun Ahok menjadi berbeda sikap saat ribuan para pendukung Jokowi meluluhlantakkan taman Monas. Rerumputan yang semula indah dan pepohonan yang menghijau menjadi rusak seketika. Ahok dengan tanpa beban mengatakan rumput dan pepohonan taman monas tak harus diperbaiki tapi hanya perlu dirapihkan.

"Taman rusak kita sudah identifikasi tidak terlalu rusak parah. Nggak rusak parah kok, cuma rapih-rapihin rumput saja. Kita pakai dana rutin aja," ujar Ahok enteng, Rabu (22/10).
(spektanews)

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA