Breaking News
Loading...
Selasa, Mei 20, 2014

Info Post
JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung berencana memanggil manajemen PT Freeport Indonesia dan Newmont. Pemanggilan tersebut ditujukan untuk membahas renegosiasi kontrak karya.

"Ada keinginan saya untuk mengundang Freeport dan Newmont untuk mempresentasikan masalah mereka di hadapan menteri-menteri yang lain minggu depan," kata Chairul Tanjung di Jakarta, Senin malam (19/5/2014).
Mantan juragan CT Corps itu menjelaskan, rencana pemanggilan dua perusahaan tambang tersebut untuk membuka permasalahan secara transparan di mata publik. CT juga berencana mengundang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas masalah itu hingga tuntas.
"Yang memungkinkan untuk saya selesaikan akan saya selesaikan. Saya tidak suka menunda-tunda permasalahan," ujarnya seraya memastikan dirinya akan meminta menteri untuk mempercepat penuntasan masalah di sektor ekonomi.
"Saya sudah katakan kepada para menteri, saya akan jadi lokomotif di depan untuk menarik gerbong ini agar lebih cepat jalannya," ujarnya.
PT Freeport Indonesia sekitar pertengahan Maret 2014 mengirim surat ke Hatta Rajasa perihal renegosiasi. Satu poin yang disampaikan adalah soal pelepasan saham (divestasi) sebesar 20 persen. Padahal, sesuai undang-undang, perusahaan tambang yang melakukan penambangan tanpa pengolahan, divestasi yang diwajibkan adalah sebesar 51 persen.
Menyangkut hal ini, CT -sapaan Chairul Tanjung- akan mendengarkan terlebih dahulu paparan kedua perusahaan tambang. Sebabnya, selama ini CT hanya mengetahui masalah itu dari media massa.
"Setelah (mereka) presentasi, semua menteri bisa bertanya dan nanti yang membuat keputusan adalah para menteri. Setelah itu hasil kesepakatan akan saya bawa ke Presiden untuk nanti Presiden memutus apa yang dibicarakan," katanya. tribunnews

Good Job... !

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA