Breaking News
Loading...
Kamis, April 24, 2014

Info Post

Alhamdulilah...
Jakarta - Satu lagi kabar menggembirakan setelah gagalnya politikus PDIP anti FPI Eva Sundari, Kali ini giliran mantan artis panas dari Partai Golkar Nurul Arifin.

Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin gagal meraih suara terbanyak dan berada di urutan kedua perolehan suara di daerah pemilihan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Nurul adalah calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari dapil Jawa Barat VIII (Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta)
"Nurul Arifin enggak lolos dari dapil Bekasi, Karawang, Purwakarta,"kata Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu Golkar Jawa Barat, Ali Hasan, di Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (23/4/2014).
Gagalnya Nurul kembali duduk di DPR RI, menurutnya di luar prediksi Golkar."Nurul di luar dugaan kalah. Selama ini, dia dikenal sangat aktif di DPR,"ungkapnya.
Hasil rapat pleno rekapitulasi hasil Pemilu oleh KPU Purwakarta menyebut, Nurul Arifin hanya memperoleh 23.245 suara, dibawah rekannya dari Partai Golkar lain, Ade Komarudin.

Ini Kecaman FPI Buat Nurul Arifin
Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman SH, mengecam pernyataan politisi Partai Golkar, Nurul Afirin, yang mempertanyakan apa yang dikatakan oleh Mendagri Gamawan Fauzi. Munarman menegaskan, pernyataan Nurul Arifin tidak layak didengar.
"Nurul Arifin dari Partai Golkar. Ada kader dari Partai Golkar yang korupsi soal pengadaan Alquran. Jadi, ngapain dengar omongan dari orang yang organisasinya banyak terlibat korupsi. Ngurus anggotanya saja tidak becus,"kritik Munarman seperti dikutip Tribunnews.com, Jumat (25/10/2013).
Sebelumnya, seperti dikutip Kompas.com , Nurul Arifin mempertanyakan maksud Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, yang mengimbau para kepada kepala daerah untuk bekerja sama dengan Front Pembela Islam (FPI) dalam menjalankan pembangunan dan program di daerah.
Menurut Nurul, imbauan Mendagri layak dipertanyakan karena dapat terjadi banyak penafsiran di dalamnya.
"Kenapa harus FPI, apa enggak ada yang lain untuk mengawasi? Saya akan pertanyakan lebih lanjut pada Mendagri. Emang enggak ada yang lain, yang kredibilitasnya lebih baik dari FPI,"kata Nurul Arifin.
Menanggapi pernyataan Nurul Arifin ini, Munarman mengatakan partai Nurul yang banyak dihuni para koruptor lebih tidak layak lagi dilibatkan dalam urusan kemasyarakatan.
"Kalau logika Nurul Arifin digunakan, maka partainya nggak berhak untuk dilibatkan dalam urusan sosial, politik, kemasyarakatan. Orang kredibilitasnya dikenal sebagai partai korup kok,"kecam Munarman lagi.

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA