Breaking News
Loading...
Selasa, Oktober 28, 2014

Info Post

Jakarta - Terpilihnya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far menjadi salah satu menteri dalam Kabinet Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), disesalkan oleh Jusman Delle, penulis opini yang merasa tulisannya pernah dijiplak oleh Marwan.

Saat itu, Marwan masih menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPR RI periode 2009-2014, sedangkan Jusman masih duduk sebagai Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Tidak pantas pelaku kejahatan plagiarisme jadi pejabat publik. Mestinya Presiden Jokowi kasih contoh, mengangkat menteri yang bersih dari korupsi, termasuk korupsi intelektual," kata Jusman kepada jurnalparlemen.com, Minggu (26/10), sesaat setelah pengumuman kabinet di Istana Negara.
Kasus Marwan terjadi pada 2011 silam, ketika tulisan opini Jusman yang dimuat di Okezone.com berjudul 'Quo Vadis Libya' dan Detik.com berjudul 'Perang Ideotik Libya' dijiplak oleh Marwan, kemudian dimuat di Koran Tempo pada 13 Januari 2012 dengan judul 'Pengelolaan Energi Libya Pasca-Qadhafi'. 

Menurut Jusman, tulisan Marwan di media cetak itu memiliki kemiripan dengan dua tulisannya yang dimuat oleh dua situs online tersebut mencapai 85 persen, sehingga layak disebut plagiat.

Ketika isu ini santer diberitakan, Marwan sudah mengemukakan bantahan. Ia dengan tegas menyebut sumber referensi yang dipakai dalam menulis artikel itu adalah tulisan Larry Diamond, sehingga wajar jika ada kesamaan. "Kalau ada yang mengatakan plagiat, saya membantah,” tegasnya.

Politisi yang ditunjuk sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengaku sudah tiga kali menulis soal Libya dan dimuat di media massa. Bahkan, Marwan mengaku sudah menulis sekitar tujuh artikel soal kawasan Timur Tengah dan gejolaknya. [jurnalparlemen]

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA