Breaking News
Loading...
Selasa, September 29, 2015

Info Post
Di negeri ini. Memberi punishment atas pelanggaran peserta didik, bisa diancam penjara 5 tahun. Akhirnya anak-anak bebas melakukan pelanggaran apa saja.

Di negeri ini. Menjelaskan kelakuan teror aliran sesat dan sebangsanya, bisa dikriminalisasikan. Dilaporkan ke polisi atas dalih pencemaran nama baik. Tapi saat mereka menghina istri Nabi, melecehkan sahabat beliau dan menghinakan AlQuran dianggap kebebasan.
Di negeri ini. Akan salah besar jika ada salah seorang warganya yang menjadi kader atau simpatisan partai Islam semisal PKS. Tapi jika bergabung dengan yang lain dianggap prestasi. Apalagi bersama partai juara korupsi dan partai restorasi. 
Di negeri ini. Menjelaskan atau mengamalkan aturan sunnah Nabi harus siap-siap dibully. Tapi jika memasarkan kemaksiatan, prostitusi, dan hiburan haram malah dianggap mendukung pembangunan.
Di negeri ini. Pelaku teror Kristen GIDI dipanggil ke istana. Sementara baru mengenakan kaos tauhid langsung diserbu. 
Negeri ini dikangkangi kekufuran. Nasibnya tak jauh beda dengan Mesir. Bukan karena kekufuran kuat tak tertandingi. Tapi karena pejuang keimanan bercerai berai.
Nandang Burhanudin

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA