Breaking News
Loading...
Jumat, Oktober 24, 2014

Info Post
Menanggapi berita di Harian Jawa Pos yang terbit pada Kamis (23/10/2014) yang berjudul ‘Falah Amru, Kaum Sarungan di Kandang Banteng’, yang antara dengan banggsa dia meyatakan ikut menjatuhkan alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden RI tahun 2001 bersama LSM yang dipimpinya, yaitu The President Wacth.

Dengan demikian Barisan Kader Gus Dur (Barikade Gus Dur) mendesak Falah Amru untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas khususnya keluarga Gus Dur. “Jika hal itu tidak dilakukan, maka Barikade Gus Dur tidak akan bertanggung jawab atas reaksi masyarakat yang akan terjadi di kemudian hari,” tegas Wakil Ketua Presidium Barikade Gus Dur H. Sudarsono Rahman, yang juga mantan Ketua IPNU Jawa Timur, bersama Ketua Priyo Sambadha, dan Sekjen Pasangharo Rajagukguk dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Sebagai anggota DPR RI dari PDIP yang baru terpilih kata Sudarsono, tak pantas apa yang disampaikan Falah Amru sebagai Wakil Bendahara Umum PBNU dan mengaku sebagai mantan kader IPNU menyatakan kebanggaannya ikut menjatuhkan Gus Dur. “Sebagai wakil rakyat baru, jangan mencari panggung politik dengan cara-cara kotor dan tidak terhormat. Siapa kamu sebenarnya,” tanya mantan Ketua DPP PKBIB itu menantang.

Apalagi kejatuhan Gus Dur tersebut bukan karena langkah dan kebijakannya yang salah, melainkan sebagai kecelakaan sejarah politik dengan parlemen dengan alasan politik yang juga tidak terbukti sampai hari ini. “Jadi, tolong Falah Amru tidak mlecehkan Gus Dur, hanya untuk mengejar sensasi politik murahan demi mendapat dukungan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri,” ungkap Suradsono..

Demikian Barikade Gus Dur menyatakan sikap berikut:

1. Barikade Gus Dur sangat keberatan dengan statement Falah Amru yang menyatakan bahwa dirinya ikut andil dalam menjatuhkan Gus Dur, seolah-olah sebagai suatu perjuangan dan prestasi yang patut dibanggakan. 

Bahwa lengsernya Gus Dur dari jabatan Presiden sama sekali bukan hal yang lucu dan patut dibanggakan. Peristiwa itu tersebut adalah sebuah ‘kecelakaan sejarah’ serius yang perlu dijadikan pelajaran kita bersama agar  dalam berbangsa dan bernegara ke depan bisa lebih baik dan konstitusional.

2. Apalagi membawa nama institusi PDIP,  PBNU dan IPNU, Barikade Gus Dur memandang sebagai sikap politik Falah Amru yang perlu dicurigai dengan maksud dan tujuan politik tertentu.

3. Barikade Gus Dur memandang pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden adalah suatu tindakan ‘kudeta parlemen’, mengingat hingga hari ini tidak ada satu dalil yuridis dan argumentasi politik mana pun yang dapat dijadikan justifikasi  untuk memberhentikan Gus Dur dari jabatatannya.

4. Barikade Gus Dur memberikan waktu kepada Falah Amru selambat-lambatnya 2 x 24 jam untuk memberikan klarifikasi atas sikap arogannya tersebut untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas, khususnya kepada pecinta Gus Dur dan keluarga alm. KH Abdurrahman Wahid.

5. Jika hal itu tidak dilakukan, maka Barikade Gus Dur tidak bertanggung jawab atas reaksi dari jutaan pecinta Gus Dur di seluruh Indoensia yang merasa telah disakiti dan dikhianati dengan pernyataan Falah Amru.

6. Apalagi Falah Amru mengaku sebagai warga NU (Nahdliyin) dan Anggota DPR RI maka tidak sepatutnya mencari panggung politik dengan sikap narsisme murahan dengan melecehkan Gus Dur sebagai guru bangsa yang telah berjasa besar terhadap perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

7. Namun demikian, Barikade Gus Dur menghimbau semua pihak untuk tetap menjaga suasana damai dan sejuk diantara sesama anak bangsa dengan tidak membuka ‘luka politik’ lama yang sampai saat ini masih dirasakan oleh warga NU seluruh Indoensia.


Sumber: edisinews

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA