Breaking News
Loading...
Kamis, Maret 06, 2014

Info Post

JAKARTA - Ancar-ancar mengenai sosok calon presiden dan calon wakil presiden yang bakal diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, terus mengalir dari pelbagai pihak.

Termutakhir, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ikut cawe-cawe menerka capres dan cawapres yang bakal diusung partai berlambang kepala banteng tersebut.

Board of Advisors CSIS Jeffrie Geovanie, dalam siaran pers yang diterima Redaksi Tribunnews.com, Selasa (4/3/2014) malam, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo merupakan sosok ideal sebagai cawapres usungan PDI Perjuangan.

Kalau terkaannya benar, ia menyarankan Jokowi kembali diduetkan dengan Basuki Tjahaja Purnama sebagai cawapresnya. Ahok, sapaan akrab Basuki, sukses menjadi jawara Pilkada Jakarta 2012 sebagai wakil Jokowi.

"Kekinian, yang menarik adalah menebak siapa pendamping Jokowi. Kalau saya boleh menggunakan intuisi saja, maka figur cawapres tersebut adalah tetap Ahok," kata Jeffrie Geovanie.

Persona Ahok, menurut Jeffrie, cocok dan layak mendampingi Jokowi.

Jeffrie sendiri, sejak medio 2012, meyakini Jokowi bakal ditetapkan sebagai capres oleh PDI Perjuangan.
Sebab, sambungnya,PDI Perjuangan dipimpin ketua umum yang paling matang dan senior di Indonesia, yakni Megawati Soekarnoputri.

"Megawati, sudah melalui pengalaman yang manis dan pahit sejak era Orde Baru. Berkat kepemimpinannya, PDI Perjuangan bisa keluar dari keterpurukan sejak kemenangan pada Pemilu 1999, hingga berpotensi memenangkan Pemilu 2014," tuturnya.

Jeffrie juga mengumbar pujian kepada PDI Perjuangan karena di jaman kiwari, partai tersebut memiliki stok politikus muda potensial ketimbang parpol lain.

"Jokowi, Risma, Puan Maharani, Ganjar, Maruarar, Helmy Fauzi, Arif Budimanta, Arya Bima, Budiman Sudjatmiko, Utut Adianto dan banyak nama-nama lainnya," tandasnya.(tribun/5/3/14)

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA