Breaking News
Loading...
Kamis, Februari 05, 2015

Info Post
Partai baru pendukung Joko Widodo atau Jokowi merupakan pukulan telak ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Direktur Eksekutif Indonesia for Democracy and Justice (IDC), R Mubarrod kepada intelijen, Rabu (4/2).

Menurut Mubarrod, partai baru pendukung Jokowi sebagai bentuk kekecewaan terhadap Megawati yang terlalu banyak intervensi ke pemerintahan sekarang ini.
“Kasus BG menjadi contoh peran Mega dalam menentukan calon Kapolri. Belum lagi tempat tinggal Mega di Teuku Umar menjadi pemerintah bayangan,” papar Mubarrod.
Menurut Mubarrod, partai baru ini akan menempatkan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina.
“Kalau posisi di partai strategis dan ketika Pilpres 2019 ikut, maka Jokowi punya posisi tawar yang kuat. Saat ini, Jokowi bukan apa-apa di PDIP,” pungkas Mubarrod.
Sebagaimana diberitakan media, Puan Maharani, mempersilakan kader partainya, Presiden Joko Widodo, jika ingin membuat partai baru. “(Membentuk partai) itu hak politik tiap warga negara,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Selasa, (3/2).
Selain itu, Puan menilai Jokowi adalah kader sekaligus petugas partai. “Kalau ada massa dan nama partainya lalu disahkan pemerintah, ya, boleh-boleh saja. Tapi, sampai saat ini, Pak Jokowi masih kader PDIP dan petugas partai,” ujar anak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu.
Sebelumnya, organisasi masyarakat pendukung Jokowi saat pemilihan presiden lalu, Pro-Jokowi (Projo), dikabarkan siap menjadi partai baru. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Projo Solo Sugeng Setyadi mengatakan transformasi itu harus seizin Dewan Pembina Projo yang juga Presiden RI, Joko Widodo. “Projo tetap konsisten mendukung Jokowi hingga akhir masa jabatannya,” ujar Sugeng.

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA