Breaking News
Loading...
Kamis, Juni 11, 2015

Info Post
Sumber-sumber diplomatik mengungkap tentang tren strategi Amerika di Timur Tengah, termasuk dukungan dari Presiden Amerika Barack Obama terhadap perspektif koalisi masa depan antara Mesir, Iran dan Turki, dalam pembicaraannya dengan para pemimpin entitas Yahudi, selama kunjungannya baru-baru ini pada mereka. Obama menilai aliansi yang diharapkan ini sebagai “masa depan Timur Tengah”.

Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa Obama menyampaikan pada Netanyahu, dimana negara-negara ini akan menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah, sehingga entitas yahudi wajib mendukungnya, bahkan mendesaknya untuk berdamai dengan Turki, dan mendukung semua upaya Turki untuk campur tangan dalam proses negosiasi. Sumber-sumber tersebut juga mengatakan bahwa Obama “mengecilkan kekhawatiran mengenai aksi protes besar-besaran terhadap rezim Islam, Presiden Muhammad Mursi di Mesir, yang akan menerima kiriman pertama dari sejumlah jet tempur multi-peran F-16 terbaru dari Amerika Serikat pada tahun 2013.” (ad-udstur, 30/3/2013).
Hari demi hari, semakin terungkap aib di balik simbol di Mesir, seperti yang telah terungkap sebelumnya di Turki, dan sebelum lagi di Iran. Dimana ketiga rezim ini mengusung Islam sebagai sebagai simbolnya. Sementara itu, mereka bersujud pada musuh utama umat, Amerika, untuk memuluskan kepentingan mereka dan mencapai tujuan strategisnya, terutama untuk mencapai “stabilitas”, dan sebaliknya mereka menyia-nyiakan semangat pembebasan yang mengalir dalam darah umat untuk melawan dominasi Amerika, dan mengabaikan ruh jihad umat untuk mencabut entitas Yahudi hingga akar-akarnya.
Berita ini lebih menguatkan keyakinan bahwa rezim Mesir—yang mengusung simbol Islam—ini tidak ingin keluar sedikit pun dari ketergantungan pada Amerika, setelah presiden berjenggot menduduki tahta Fir’aun, dan setelah Amerika merancang tren strateginya di Timur Tengah dengan mengandalkannya, seperti di masa lalu yang mengandalkan pada pembaptisan Mubarak.
Berita tersebut mengungkap kepuasan Amerika terhadap masa depan Presiden Mesir yang baru dalam bayang-bayang berbagai aksi protes, dimana Amerika dapat mengendalikan para antek sekulernya dari mereka yang secara terbuka menyatakan kesekulerannya, ketika Amerika telah memutuskan sesuatu. Juga, menegaskan kepuasan Amerika terhadap Presiden Mesir yang akan menerima kiriman pertama dari sejumlah jet tempur multifungsi F-16 terbaru. Ingat, Amerika tidak akan melakukannya jika ada ancaman, meski jangka panjang dengan sampainya senjata-senjata itu kepada mereka yang bisa berbalik memusuhinya, bahkan hal itu akan membuka jalan untuk bersekutu dengan para antek veteran di Turki dan Iran, dimana bau busuk mereka sebagai antek semakin menusuk hidung.
Dan kebusukan aib di belakang simbol itu semakin telanjang, ketika Amerika menyeru entitas Yahudi untuk menggunakan Turki (yang mengusung simbol Islam) guna mengaktifkan pendekatan negosiasi, seperti sebelumnya telah dilakukan komunikasi antara Yahudi dan rezim Hafidz al-Assad di Suriah. Koalisi dan kesepakatan ini juga mengungkapkan peran rezim Mesir dan kesediaan untuk bersekutu dengan orang-orang yang untuk melegitimasi pendudukan Yahudi; ia juga setuju dengan pengawasannya terhadap Perjanjian Gencatan Senjata jangka panjang dengan Yahudi; dan janji untuk  memperbaharui kesepakatan memalukan di Camp David; serta terus melakukan penghancuran terowongan yang tidak mampu dilakukan oleh rezim Mesir sebelumnya.
Puncak dari terungkapnya aib dari aliansi Amerika (di bawah simbol Islam) ini adalah untuk mengatasi “ancaman” bagi kaum kafir Barat yang segera akan terjadi di Suriah. Sebab, Barat begitu ketakutan terhadap kebangkitan umat dalam sebuah sistem Islam yang akan mengakhiri hegemoni Amerika, dan akan mengobarkan semangat perang melawan entitas penjahat, Yahudi. Sumber: pal-tahrir.info, 31/03/2013. [htipress/syabab.com]

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA