Breaking News
Loading...
Rabu, Oktober 29, 2014

Info Post
JAKARTA — Presiden Joko Widodo memecah Kementerian Pendidikan menjadi dua kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi. Jokowi membentuk dua kementerian untuk menangani pendidikan karena punya tujuan dan target yang ingin dicapai. 


Dalam beberapa kesempatan, Jokowi mengatakan, siswa SD dan SMP harus lebih dididik berdasarkan pengembangan karakter. Pada tingkat SMA dan perguruan tinggi, barulah peserta didik lebih dididik untuk orientasi prestasi. Lalu, apa yang akan dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk membangun karakter peserta didik? 

"Ya bagaimanapun juga karakter itu dimulai dengan teladan, bukan semacam materi. Karena itu, konsentrasi harus pada pendidiknya," kata Anies, saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (28/10/2014). 

Menurut Anies, pendidik utama bagi anak usia SD dan SMP adalah orangtua. Oleh karena itu, pendidikan karakter tersentral di rumah. Sementara itu, guru-guru hingga kepala sekolah berperan ketika si anak ada di sekolah.

Revolusi Mental & Pendidikan !
Guru, kata Anies, harus mempunyai teladan yang baik sehingga siswa dapat menjadikan mereka sebagai panutan. 

"Karakter tidak bisa diajarkan lewat lisan semata dan tulisan, tetapi dengan teladan. Metodenya kira-kira seperti itu. Caranya kita diskusikan lagi," kata Anies. [sumber]

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA