Breaking News
Loading...
Sabtu, Juli 05, 2014

Info Post

Oleh : Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI.COM
Jakarta —  Hari inilah yang dispekulasikan pasangan Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto akan menikah kembali lewat sebuah acara akah nikah yang sederhana.
Asal muasal berita tentang rencana pernikahan mereka di akhir pekan ini, bukan berasal dari pihak Prabowo dan Titiek.
Tetapi hanya berdasarkan pesan berantai SMS yang mengatakan bahwa tanggal 5 Juli mereka akan menikah dan disiarkan langsung oleh RCTI.

Saat kabar burung ini sampai ke telinga saya, sesungguhnya saya termasuk orang yang tidak menyetujui kalau pernikahan sahabat saya ini diadakan di akhir pekan ini.
Masih ada hari esok atau lusa, antara tanggal 6 sampai tanggal 7 Juli.
Pertimbangan saya adalah Prabowo harus dijaga konsentrasinya menghadapi debat terakhir yang akan berlangsung pada malam hari nanti.
Inilah debat terakhir yang akan sangat menentukan, titik tolak meroketnya elektabilitas Prabowo menuju hari kemenangannya pada Hari H Pilpres tanggal 9 Juli mendatang.
Perkawinan hanya akan menyita waktu dan perhatiannya.
Ada hal yang lebih penting untuk didahulukan dan dikedepankan pelaksanannya.
Tapi tanggal berapapun Prabowo memutuskan bahwa ia akan menikahi kembali belahan jiwanya yang sangat cantik ini, itu sepenuhnya merupakan hak pribadi dan privacy dari Prabowo.
Biarlah ia yang menentukan sendiri, kapan dan bagaimananya.

Setiap sahabat yang pernah mendengar dan akhirnya tahu, bagaimana hancurnya perasaan Prabowo saat rumah tangganya sampai harus ikut terkorbankan akibat fitnah dari seorang mantan ajudan Presiden yang sangat ambisius secara hina di masa lalu, pasti akan berpendapat yang sama.
Bahwa Prabowo yang lebih tahu, kapan ia harus mengakhiri kesendiriannya selama 16 tahun ini.
Dulu, yang sangat tidak disangka dan betul-betul menghancurkan perasaan Prabowo adalah saat Titiek menutuskan untuk meninggalkan Prabowo.
Tapi sejak awal Prabowo sudah bertekad bahwa waktu yang akan menjawab bahwa ia tidak bersalah.
Dan ini yang menguatkan diri Prabowo, untuk bertahan dan sabar menjalani penantiannya selama 16 tahun untuk mendapatkan kembali cinta sang istri.
Saat ia berada di Yordania, ia diperlakukan sangat baik oleh sahabatnya yaitu Pangeran Abdullah, yang kini sudah menjadi Raja dari Kerajaan Yordania.
Ia menolak tawaran untuk menjadi warga negara Yordania karena ia sangat mencintai Indonesia.
Di Yordan, Prabowo mengisi waktu untuk melakukan hal yang berguna baik sesama, salah satunya adalah membantu renovasi dan pembangunan sebuah masjid yang sangat bersejarah.
Dan kini, saat Prabowo menghadapi Pilpres, rata-rata sebagian dari orang terdekatnya yang mendampingi, menjadi penasehat dan yang membantunya menghadapi Pilpres, adalah orang-orang yang sejak awal  ada bersama Prabowo melewati hari-hari sulitnya di masa lalu.
Prabowo menyadari betapa berharganya sebuah persahabatan dan kesetiaan dalam persahabatan.
Prabowo menyadari bahwa harga dari sebuah kesetiaan adalah sesuatu yang sangat tak ternilai harganya.
Instingnya bekerja, siapa diantara orang-orang yang mengelilinginya secara langsung ataupun tak langsung, yang memiliki kesetiaan terpuji dan teruji seperti itu.

Hari ini adalah hari terakhir masa kampanye menjelang Pilpres tanggal 9 Juli nanti.
Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa telah menuntaskan kegesitan dan kekompakan mereka berbagi tugas melakukan aktivitas kampanye selama satu bulan penuh.
Tapi jika di sela-sela waktu dalam masa tenang nanti, Prabowo membutuhkan sedikit ruang dan waktu untuk menjalani sebuah moment yang sama penting dalam kehidupannya, hal tersebut tentu sangat amat wajar.
Moment yang sudah sangat lama ia nantikan.
Moment yang sungguh-sungguh ia perjuangkan selama 16 tahun.
Moment dimana ia ingin rumah tangganya kembali utuh bersatu.
Moment dimana ia sebagai seorang lelaki dan sebagai seorang kepala rumah tangga, bisa didengar setiap kata demi kata yang akan diucapkannya.
Sehingga tak perlu lagi ada pengusiran oleh ipar dan penolakan yang menyakitkan hati, setiap kali Prabowo ingin menjelaskan duduk persoalan yang sebenar-benarnya tentang fitnah yang ditimpakan pada dirinya.
Ia memang tak pintar merayu istri.
Tapi sekali ia memutuskan untuk mencintai dan menikahi seorang wanita, maka ia tak ingin berganti pasangan.
Sebab dari awal, ia sudah terlanjur menyerahkan seluruh hatinya pada wanita tersebut.
Dan wanita itu adalah Titiek.
Jadi, entah kapanpun Prabowo dan Titiek akan melangsungkan akad nikah mereka, biarkan mereka yang memutuskan sendiri, mana yang terbaik untuk rumah tangga mereka.
Nanti malam adalah debat yang terakhir untuk calon presiden dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto.
Ibarat rajawali yang terbang tinggi dengan sangat percaya diri dan terlihat sangat mengagumkan saat mengepakkan sayapnya ketika mengangkasa, Prabowo memang harus tampil satu kali lagi dengan sangat mengagumkan di panggung debat.
Urusan menikah, biarlah Prabowo menikah kapapun ia mau menikah, sesuai dengan proses alamiah yang memang sedang bergulir.
Yang terpenting adalah bagaimana Prabowo dan semua pendukungnya, semakin memantapkan dan merapatkan barisan menyongsong hari kemenangan yang sudah didepan mata.
Salam SATU jari, Jenderal !



_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA