Breaking News
Loading...
Rabu, Januari 07, 2015

Info Post
Penumpang AirAsia terindikasi lupa mematikan HP saat pesawat terbang.

Pemerintah terindikasi cuci tangan dengan mentakan penerbangan AirAsia di hari Minggu tanpa izin dan Illegal.
Jika penumpang disebut udik, lalu pejabatnya disebut apa?
Anehnya, solusi dari kecelakaan pesawat itu adalah: merevisi kebijakan penerbangan berbiaya murah. Padahal AirAsia termasuk penerbangan yang tidak murah lagi. Silahkan dicek harga tiket untuk pembelian 1 minggu sebelum hari H, pasti mendekati harga Garuda.

Tapi tidak aneh. Kebijakan AHOK, Menteri Susi, Menkeu, Mendag, Menteri Pertanian, Menag, Dirut Pertamina, dll sama saja.

Contoh:
1. Meninmalisir radikalisasi. Kebijakan yang diambil, malah melarang guru ngaji asing. 

2. Mensejahterakan petani, malah impor ratusan ribu sapi, ubi, singkong, beras. 
3. Meningkatkan daya saing produk dalam negeri, malah impor bus karatan, kapal, dari China.
4. BBM dunia turun, malah menghapuskan Premium. 
5. Kerja demi rakyat, malah semua harga dinaikkan: tarif listrik, gas, sembako.

Hebatnya, kerja kabinetnya meniru Presidennya: 

1. 3 CM (Marah Marah Cari Muka). 
2. Apapun kasusnya, tampil jadi headline berita tujuannya. 
3. Lalu tinggal bilang, "Bukan Urusan Saya"
4. Lalu cari kambing hitam, kalau perlu salahkan negara lain. 
5. Ujung-ujungnya, menghapus kebijakan prorakyat dan menjadikan kebijakan propasar sebagai kebijakan.

Tragisnya: 

1. Rakyat yang bergelar doktor, otaknya jadi pada bocor. 
2. Kasian anggota TNI yang mati-matian membela negara dan rakyatnya, eeeh...dikomando sipil yang otaknya kendor. 
3. DPR pada kemana nih ...kok mirip dagelan tukang bodor.


by:Nandang Burhanudin

_____

LIKE and SHARE

.......... BACA SELANJUTNYA